Kondisi Perut Menunjukkan Kesehatan Anda

Kondisi Perut Menunjukkan Kesehatan Anda

SUMO99. Kondisi Perut Menunjukkan Kesehatan Anda. Anda mungkin pernah mengalami perut kembung, nyeri atau jenis sakit perut lainnya. Penyebabnya bisa macam-macam, misalnya makanan Anda saat makan siang, atau mungkin adanya penyakit yang lebih serius. Apa pun itu, timbulnya gejala di area perut bisa menandakan kondisi kesehatan Anda. SUMO99

Keadaan yang Anda alami tersebut perlu di cermati secara saksama. Ada banyak gangguan kesehatan yang muncul sebagai gejala sakit di perut.

Kondisi kesehatan yang di tandai lewat perut

Mulas, nyeri atau kram pada perut bisa jadi adalah cara-cara perut menyampaikan kondisi kesehatan Anda yang sebenarnya. Berdasarkan keterangan dari tim medis KlikDokter, beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai adalah:

1. Batu empedu

Di katakan oleh dr. Nadia Octavia, jika Anda pernah mengalami sakit perut di sebelah kanan atas, Anda patut mencurigainya sebagai gejala adanya batu empedu.

“Saluran empedu adalah bagian dari saluran pencernaan yang berperan dalam pencernaan lemak. Jika ada sumbatan atau batu di saluran tersebut, maka Anda bisa mengalami gejala nyeri perut kanan atas, yang menjalar hingga bahu, mual, muntah, bahkan demam. Nyeri biasanya berlangsung tiba-tiba,” katanya menjelaskan.

Penyebab batu empedu beragam. Namun, di duga kuat karena saluran empedu mengandung banyak kolesterol, banyak bilirubin, atau pengosongan saluran empedu tidak sempurna. Jika di biarkan dan tidak di tangani dengan tepat, dr. Nadia mengatakan bahwa batu empedu dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius, serta dapat meningkatkan risiko kanker saluran empedu.

2. Irritable bowel syndrome (IBS)

Jika sering mengalami kram perut yang menetap, nyeri ulu hati, perut kembung, perut bergas, serta perubahan kebiasaan buang air besar lebih dari 3 bulan, ada kemungkinan Anda punya IBS atau sindrom iritasi usus besar, terlebih jika gejala tersebut muncul setelah ada pemicu stres.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter,  penyebab IBS sampai saat ini belum pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan gangguan kontraksi dan sistem persarafan di usus.

“Kontraksi di perlukan untuk pergerakan usus yang baik dalam memproses makanan. Jika kontraksi terlalu kuat, maka aliran makanan di usus menjadi lebih cepat, sehingga bisa sebabkan diare, perut kembung dan bergas. Sebaliknya, bila kontraksi terlalu lemah, maka aliran makanan di usus menjadi sangat lambat, sehingga dapat menyebabkan konstipasi,” jelas dr. Atika.

Selain masalah pada usus, IBS juga sering di kaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti keju, yoghurt, kacang-kacangan, kol, susu, dan minuman bersoda. Selain itu, stres dan perubahan hormonal pada wanita juga di sebut-sebut berperan dalam memicu munculnya keluhan IBS.

3.Radang usus buntu

Menurut dr. Atika, radang usus buntu (apendisitis) harus di curigai jika terjadi nyeri perut terutama di area kanan bawah (dialami 90 persen pasien). “Nyeri juga dapat di mulai di area pusar, sebelum akhirnya berpindah ke perut kanan bawah,” tambah dr. Atika.

Selain itu, gejala lainnya meliputi nyeri bersifat kolik (berlangsung menghilang tapi bisa tiba-tiba muncul lagi), demam, tidak nafsu makan, mual yang bisa di sertai muntah, diare atau konstipasi, perut kembung, penderita biasanya memilih untuk berbaring atau meringkuk agar nyeri tak memburuk.

Penyakit ini termasuk dalam kegawatan bedah dan butuh tindakan pembedahan agar tidak menimbulkan infeksi rongga perut yang lebih luas.

4.Gastroesophageal reflux di sease (GERD)

Sering merasakan ketidaknyamanan pada perut dan nyeri ulu hati? Mungkin perut memberi sinyal bahwa Anda punya kondisi asam lambung alias GERD.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, GERD umumnya di sebabkan oleh aliran balik asam lambung dari lambung ke kerongkongan. Gangguan ini dapat menimbulkan radang dan rasa nyeri dan tidak nyaman pada dada. Hal ini di karenakan tidak adanya lapisan protektif di kerongkongan yang dapat melindunginya dari asam lambung.

5.Pankreatitis

Di katakan oleh dr. Sepriani T. Limbong, pankreatitis atau radang kelenjar pankreas menyebabkan rasa nyeri hebat di bagian perut kiri atas, yang menjalar hingga ke punggung.

“Kondisi ini dapat di sertai demam tinggi. Bila sampai terjadi, maka harus ditangani segera karena pankreatitis termasuk dalam kondisi gawat darurat,” ujar dr. Sepriani.

6.Hipoglikemia

Jika Anda sering merasa lapar dan sulit memuaskan rasa lapar tersebut, mungkin Anda punya kondisi hipoglikemia.

Kata dr. Atika, hipoglikemia adalah turunnya kadar gula darah di bawah 70. Gejala yang bisa muncul antara lain: lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, keringat dingin, dada berdebar, rasa lapar, kebingunan, bahkan pingsan.

Cara paling mudah untuk menaikkan kadar gula darah adalah dengan mengonsumsi minuman manis seperti jus. Kalau kadar gula kembali naik, gejala tersebut perlahan akan menghilang setelah beberapa menit.

7.Hepatitis C

Jika Anda mengalami kombinasi pembengkakan perut, kurang nafsu makan, mual, dan sakit perut, ada kemungkinan Anda menderita hepatitis C.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan virus hepatitis C (HCV). Sama seperti hepatitis B, penderita hepatitis C sering kali tidak menyadari ia sudah terinfeksi. Gejala baru akan muncul setelah terjadi kerusakan hati. Salah satu gejala awal yang muncul adalah sakit perut.

Itulah beberapa penyakit yang perlu Anda waspadai jika mengalami gejala tertentu pada perut. Kondisi perut dapat menunjukkan kondisi kesehatan, sehingga Anda perlu memperhatikannya secara saksama. Jika gejala yang timbul pada perut sering muncul, berulang, dan menyebabkan nyeri sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *